Penyanyi legendaris Iwan Fals menjadi salah satu bintang utama yang memeriahkan Konser Raya 31 Indosiar Luar Biasa pada hari kedua, Minggu (11/1). Tampil bersama bandnya, yang juga menampilkan putranya, Raya, sebagai drummer, Iwan Fals membuka penampilannya dengan lagu “Air Mata Api” yang penuh semangat.
Dengan dukungan tata panggung megah dan tata cahaya yang memukau di Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, penampilan sang legenda terasa semakin istimewa. Apalagi jika mengingat perjalanan kariernya yang telah mencapai empat dekade.
Dengan suara baritonnya yang khas, Iwan Fals menyampaikan kemarahan atas ketidakadilan melalui lagu “Air Mata Api”. Setiap bait lirik dari lagu yang dirilis dalam album “Mata Dewa” ini terasa begitu kuat dan bermakna.
Lagu “Air Mata Api” menggambarkan kesedihan, kekecewaan, dan amarah seseorang yang merasa terpinggirkan dan diperlakukan tidak adil dalam kehidupannya. Ia ingin memberontak dan menantang pihak-pihak yang membuatnya tersisih.
Lagu ini menghadirkan luapan emosi mendalam, mencakup amarah, luka batin, semangat perjuangan, serta pencarian jati diri dari seorang individu yang merasa tidak diakui oleh lingkungannya. Tak heran, penampilan Iwan Fals langsung disambut meriah oleh para penonton yang hadir di studio.
“Bongkar” Menggema, Semangat Perlawanan Berkobar
Tak hanya “Air Mata Api”, Iwan Fals juga membakar semangat penonton dengan lagu “Bongkar” yang juga sarat akan kritik sosial.
Lagu yang dipopulerkan oleh Iwan Fals bersama grup Swami pada tahun 1989 ini, bercerita tentang perlawanan terhadap ketidakadilan, penindasan, dan sistem kekuasaan yang menindas kaum lemah. Liriknya penuh dengan semangat perlawanan dan keberanian untuk bersuara, meskipun menghadapi berbagai risiko. Tuna55