Suasana duka mendalam menyelimuti proses penyerahan tujuh jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang berlangsung di Biddokes Polda Sulawesi Selatan. Isak tangis keluarga tak terbendung saat tim Disaster Victim Identification (DVI) menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga setelah seluruh tahapan identifikasi rampung.
Proses Penyerahan Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Prosesi penyerahan diawali dengan pelaksanaan salat jenazah yang dipimpin langsung oleh jajaran Polda Sulawesi Selatan bersama tim DVI dan unsur terkait. Ibadah tersebut digelar dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban, disaksikan oleh keluarga dan perwakilan instansi yang terlibat dalam penanganan musibah ini.
Seluruh keluarga korban hadir untuk menerima jenazah anggota keluarga mereka masing-masing. Suasana haru semakin terasa ketika prosesi berlangsung satu per satu, memperlihatkan betapa berat kehilangan yang harus mereka terima.
Momen paling mengharukan terlihat saat penyerahan jenazah Co-Pilot Muh Farhan Gunawan. Keluarga almarhum tak kuasa menahan air mata, bahkan ibunda Farhan dilaporkan sempat pingsan ketika jenazah putranya dimasukkan ke dalam ambulans untuk dibawa ke rumah duka.
Sementara itu, Muh Tarmizi, adik dari salah satu korban bernama Dwi Murdiono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim SAR gabungan dan tim DVI. Ia mengaku memahami beratnya medan pencarian di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat.
Saya tahu betul medan di sana sangat berat. Karena itu saya sangat berterima kasih kepada tim SAR dan semua pihak yang sudah berjuang luar biasa, ujarnya.
Tarmizi juga menjelaskan bahwa jenazah Dwi Murdiono akan dibawa terlebih dahulu ke rumah duka di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebelum disemayamkan di Jakarta sesuai permintaan keluarga.
Dengan diserahkannya tujuh jenazah ini, maka seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah resmi dipulangkan ke pihak keluarga. Sebelumnya, tim DVI telah lebih dulu menyerahkan tiga jenazah korban yang berhasil diidentifikasi, yakni Florencia Lolita Wibisono, Deden Maulana, dan Esther Aprilita. Tuna55