Para ilmuwan kelautan dibuat waspada setelah hiu putih raksasa bernama Breton terdeteksi berada di perairan Florida pada Januari 2025. Keberadaan predator laut tersebut di sekitar Daytona Beach menimbulkan kecemasan, terutama karena wilayah itu merupakan salah satu tujuan wisata pantai tersibuk di Amerika Serikat.
Breton bukanlah hiu biasa. Ia telah dipantau secara intensif sejak pertama kali ditandai oleh organisasi penelitian OCEARCH pada September 2020. Tujuan pemantauan ini adalah untuk mengungkap pola migrasi, wilayah berburu, hingga misteri lokasi perkawinan hiu putih besar—salah satu teka-teki terbesar dalam dunia kelautan.
Dengan berat lebih dari 1.400 pon dan panjang mencapai 13 kaki, Breton termasuk dalam kategori hiu putih besar dewasa. Alat pelacak yang terpasang di sirip punggungnya mengirimkan sinyal setiap kali ia muncul ke permukaan. Pada 28 Desember, sinyalnya terdeteksi di lepas pantai Carolina Utara, sebelum bergerak semakin dekat ke pantai timur Florida.
Sebelumnya, data menunjukkan Breton sering bermigrasi ke perairan Nova Scotia, Kanada, yang dikenal sebagai wilayah kaya mangsa, terutama anjing laut. Namun, perubahan arah migrasi menuju Florida dinilai menyimpang dari pola yang selama ini dipahami para ilmuwan.
Menurut laporan Cibercuba, hiu tersebut telah mengirimkan sinyal kemunculan sebanyak lima kali sejak 11 Januari 2025. Fakta ini mengindikasikan bahwa Breton cukup sering berada di dekat permukaan, meningkatkan kemungkinan interaksi dengan aktivitas manusia di perairan dangkal.
Petunjuk Baru Tentang Reproduksi Hiu
Pendiri OCEARCH, Chris Fischer, menyatakan bahwa pergerakan Breton sangat berbeda dibanding hiu putih besar lainnya. Biasanya, hiu-hiu ini bermigrasi melewati wilayah New England saat menuju Kanada Atlantik. Namun Breton justru memutar jauh di lepas pantai dan menghabiskan waktu berbulan-bulan di wilayah tenggara AS.
Pergerakan seperti ini tidak umum. Ia seolah memilih jalur sendiri yang belum sepenuhnya kita pahami, ujar Fischer.
Ia menjelaskan bahwa pola distribusi hiu putih besar selama musim reproduksi umumnya terfokus di Kanada Atlantik pada musim panas dan gugur. Akan tetapi, pergerakan Breton membuka kemungkinan adanya wilayah lain yang berperan penting dalam siklus hidup spesies tersebut.
Fischer berharap, data dari Breton dapat membantu mengungkap lokasi dan waktu perkawinan hiu putih besar—sebuah misteri yang belum terpecahkan hingga kini.
Jika dalam beberapa bulan ke depan kami melihat jejak Breton bertemu dengan hiu dewasa lain, itu akan menjadi terobosan besar dalam penelitian hiu, katanya. Tuna55