Aksi perampokan bersenjata kembali menimpa dunia koleksi kartu langka. Sejumlah kartu Pokémon bernilai tinggi dilaporkan dicuri dari sebuah toko spesialis kartu di New York, Amerika Serikat. Kepolisian setempat menyebut total kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai USD 100 ribu atau sekitar Rp1,5 miliar.
Kejadian di Toko Pokémon The Poke Court
Peristiwa tersebut terjadi di gerai bernama The Poke Court yang berlokasi di Manhattan. Kepolisian New York menerima laporan pada Rabu malam terkait tiga pria yang memasuki toko dan langsung mengancam pengunjung serta staf dengan senjata api.
Menurut keterangan pihak kepolisian, para pelaku menunjukkan senjata dan melontarkan ancaman kepada orang-orang yang berada di dalam toko. Rekaman kamera keamanan yang dibagikan manajemen memperlihatkan seorang pria bertudung dan berpakaian hitam menodongkan benda menyerupai pistol ke arah seseorang yang duduk dengan tangan terangkat. Saat kejadian berlangsung, toko tersebut tengah menggelar acara komunitas, sehingga terdapat beberapa pengunjung di dalam ruangan.
Juru bicara kepolisian menjelaskan bahwa setelah mengintimidasi korban, para pelaku dengan cepat mengambil berbagai barang dagangan bernilai tinggi, uang tunai, serta sebuah telepon genggam sebelum melarikan diri. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan aparat belum mengumumkan penangkapan tersangka.
Pemilik Toko Pokémon Konfirmasi Semua orang di Toko Selaamt
Pemilik The Poke Court, Courtney Chin, mengonfirmasi melalui unggahan video di Instagram bahwa seluruh staf dan pelanggan dalam kondisi selamat. Ia menyampaikan pernyataannya di depan etalase kaca toko yang tampak pecah akibat perampokan tersebut. Pihak toko juga merilis daftar sementara kartu yang dicuri, termasuk beberapa kartu ikonik bergambar Pikachu.
Media Amerika Serikat melaporkan bahwa sejumlah kartu satuan yang dibawa kabur memiliki nilai sangat tinggi, bahkan ada yang mencapai USD 5.500 atau sekitar Rp85 juta per kartu. Kartu-kartu tersebut disimpan dalam pelindung plastik khusus yang dikenal sebagai slabs, yang berfungsi untuk memverifikasi keaslian dan kondisi koleksi.
Insiden ini menambah daftar panjang pencurian kartu Pokémon bernilai tinggi di Amerika Serikat. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di California pada awal Januari dengan nilai kerugian mencapai USD 300 ribu. Fenomena ini mencerminkan tingginya nilai pasar kartu Pokémon, yang menurut publikasi License Global, mencatat pendapatan lisensi franchise mencapai USD 12 miliar pada 2024.
Manajemen The Poke Court menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Mereka menegaskan bahwa komunitas hobi seharusnya menjadi ruang yang aman dan ramah bagi semua orang. Kartu bisa diganti, tetapi tidak ada seorang pun yang seharusnya mengalami ketakutan seperti ini, tulis pihak toko, menutup pernyataan mereka. Insiden ini dilaporkan secara luas oleh media internasional dan dikutip oleh Tuna55 pada Minggu (18/1/2026).