
Virus Nipah merupakan salah satu penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia
dan memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi. Virus ini pertama kali ditemukan di Malaysia pada akhir 1990-an
dan hingga kini masih menjadi ancaman serius di beberapa negara Asia. Sayangnya, masih banyak orang yang belum
memahami cara pencegahan yang benar sehingga risiko penularan tetap tinggi. Kesalahan-kesalahan kecil yang dianggap
sepele justru bisa membuka jalan bagi virus ini untuk menyebar.
Memahami Cara Penularan Virus Nipah
Virus Nipah umumnya ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar pemakan
buah dan babi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi,
seperti buah yang sudah digigit kelelawar atau nira kurma mentah. Dalam kondisi tertentu, virus ini bahkan dapat
menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan penderita, terutama lewat cairan tubuh seperti air liur atau droplet pernapasan.
Kurangnya pemahaman tentang jalur penularan ini sering membuat masyarakat lengah. Banyak orang tidak menyadari
bahwa aktivitas sehari-hari, seperti mengonsumsi buah tanpa dicuci atau berinteraksi dekat dengan hewan, dapat meningkatkan risiko terinfeksi.
Kesalahan Umum yang Masih Sering Dilakukan
Mengonsumsi Makanan Tanpa Proses yang Aman
Salah satu kesalahan paling umum adalah mengonsumsi buah atau minuman alami tanpa memastikan kebersihannya.
Buah yang jatuh ke tanah atau tampak masih segar sering langsung dimakan tanpa dicuci, padahal bisa saja sudah
terkontaminasi virus dari air liur kelelawar. Begitu pula dengan nira atau sari buah mentah yang tidak dimasak terlebih dahulu.
Mengabaikan Kebersihan Tangan dan Lingkungan
Masih banyak orang yang belum membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar rumah
atau setelah kontak dengan hewan. Padahal, kebersihan tangan merupakan langkah dasar namun sangat penting untuk
mencegah masuknya virus ke dalam tubuh. Lingkungan kandang ternak yang kotor dan tidak terawat juga menjadi
faktor risiko yang sering diabaikan.
Kontak Erat Tanpa Perlindungan
Kesalahan lainnya adalah melakukan kontak dekat dengan orang sakit tanpa perlindungan yang memadai. Dalam kasus tertentu,
penularan antarmanusia dapat terjadi jika tidak menggunakan masker atau alat pelindung diri saat merawat pasien yang terinfeksi.
Langkah Tepat Mencegah Penularan Virus Nipah
Pencegahan virus Nipah sebenarnya dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten. Pastikan
semua buah dicuci bersih dan, jika memungkinkan, dikupas sebelum dikonsumsi. Hindari minuman mentah yang tidak
melalui proses pemanasan. Menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir
juga sangat dianjurkan.
Selain itu, batasi kontak langsung dengan hewan yang berpotensi menjadi inang virus, dan gunakan alat pelindung diri saat
harus berinteraksi dengan orang yang menunjukkan gejala penyakit menular. Edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci utama
agar kesalahan-kesalahan yang sering terjadi tidak terus berulang.
Dengan pemahaman yang tepat dan perilaku hidup bersih serta sehat, risiko penularan virus Nipah dapat ditekan secara signifikan.
Pencegahan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga peran bersama seluruh masyarakat Tuna55.